Selasa, 10 Desember 2019

BISNIS

Nongol Lagi, Esemka Tak Mau Disebut Mobil Nasional

news24xx


Ilustrasi lalulintas kendaraan bermotor di jalan raya.  Ilustrasi lalulintas kendaraan bermotor di jalan raya.

RIAU1.COM - Setelah lama menghilang, kini Mobil Esemka nongol lagi. 

Namun Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya, mengatakan Esemka bukan mobil nasional (mobnas).

Hal itu diungkapkannya saat dimintai tanggapan terkait perkembangan mobil nasional di Malaysia dan Vietnam. 

Baca Juga: Diduga Mencuri Lirik Lagunya, Genius Gugat Google Rp 700 Miliar

www.jualbuy.com 

"Kami bukan mobil nasional, kami mobil yang diproduksi di Indonesia. Jangan salah persepsi mengenai mobil nasional. Cukup luas artinya," kata Eddy di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (13/8/2019). 

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut pernyataannya. Dalam rilis pers, disebutkan bahwa PT SMK merupakan perusahaan swasta nasional yang telah beroperasi seperti pabrik mobil lainnya tanpa mendapatkan fasilitas khusus dari pemerintah. 

Saat ini Esemka sudah memproduksi pick up bernama BIMA. Produksi kendaraan diklaim telah mencapai ratusan unit. 

Sebagai informasi, pabrik perakitan Esemka terletak di Boyolali, Jawa Tengah. Tenaga kerja berasal dari alumni SMK dan politeknik di Jawa Tengah. 

"Kami harapkan kebanggaan Merah Putih," ucapnya, seperti dilansir bisnis.com, Rabu, 14 Agustus 2019. 

Mengenai hambatan produksi, Eddy mengatakan hambatan dalam setiap industri otomotif adalah hal umum yang terjadi perusahaan manapun. 

"Support dari supplier adalah bagian penting. Dalam kesempatan ini (The Autolotive Component Industry Expo 2019), kami bersyukur bisa berpartisipasi. Mudah-mudahan supplier di sini support juga agar ada lokal konten menjadi bagian target kita," katanya. 

Namun, ketika ditanya mengenai rencana peluncuran dan harga mobil, Eddy tidak mau membeberkannya.


Dalam The Automotive Component Industry Expo 2019 ini, PT SMK memamerkan sejumlah komponen mobil pick up BIMA kepada para pengunjung.

Baca Juga: Selain Konflik Garuda-Sriwijaya, Tren Melorotnya Penumpang Juga Bikin Jumlah Pesawat Menurun Saat Natal dan Tahun Baru

Iklan Riau1  

PT SMK dan Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) melakukan kerjasama komitmen dalam mendukung komponen yang diproduksi anggota PIKKO untuk ditawarkan kepada mobil Esemka.

R1/Hee 





Loading...