Kamis, 04 Juni 2020

GAYA-HIDUP

Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Kemasan Makanan?

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM

Ditengah wabah corona saat ini, pemerintah Indonesia temah menetapkan agar tempat makan di Indonesia yang hanya melayani take away atau pemesanan online. Cara ini bertujuan mengurangi kerumunan dan menghindari kontak sosial yang berpotensi menyebarkan virus.

Tetapi, sebagian dari kita juga butuh membeli bahan masakan atau makanan kemasan yang tersedia di supermarket. Sedangkan, kita pasti  tidak tahu makanan kemasan itu diolah dan dipegang oleh orang yang positif virus corona Covid-19 atau tidak.

Hal ini tentunya menimbulkan rasa penasaran publik. Apakah makanan kemasan yang ada di supermarket dan lainnya bisa menyebarkan virus?

Baca Juga: Film Run All Night, Kisah Seorang Mantan Pembunuh Bayaran Menyelamatkan Keluarganya dari Ancaman Penjahat

www.jualbuy.com

Seperti diketahui sejauh ini, penularan virus corona Covid-19 antar manusia masih diyakini melalui tetesan cairan tubuh setelah seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Lalu, tetesan yang keluar mengontaminasi orang lain. Jadi, paparan virus melalui makanan belum diketahui rute penularannya.

Namun, mengutip himedik, virus corona ini masih bisa disebarkan oleh pekerja pengolah makanan kemasan yang terinfeksi maupun tidak cuci tangan setelah terkontaminasi.

Benjamin Chapman, seorang profesor dan spesialis keamanan pangan di North Carolina State University mengatakan bahwa virus corona Covid-19 tidak mungkin bertahan hidup karena pencernaan yang baik.

Baca Juga: Film In The Blood, Aksi Seorang Wanita Mencari Suaminya yang Mendadak Hilang saat Bulan Madu di Karibia



Meskipun penyebaran virus tidak mungkin melalui makanan, pekerja restoran dan toko kelontong telah mengantisipasi dengan langkah-langkah kebersihan yang tinggi. Mereka lebih sering mencuci tangan, membersihkan permukaan tempat masak, peralatan memasak dan memasak makanan pada suhu yang tepat.

"Bukannya tidak mungkin, tapi kemungkinan pasti ada. Jadi saya ingin membuat keputusan manajemen risiko terbaik berdasarkan ilmu pengetahuan dan bukti terbaik agar tidak ada penularan virus melalui makanan," jelas Chapman.





loading...
Loading...