Angka HIV di Pekanbaru Tembus 3.700 Kasus, Pemeriksaan Diperluas

30 Mei 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus menggencarkan upaya penanganan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui langkah pencegahan, edukasi, hingga pengobatan bagi masyarakat yang terpapar. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, jumlah kumulatif kasus HIV hingga triwulan pertama tahun mencapai sekitar 3.700 kasus. 

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Sabtu (30/5/2015), mengatakan Pemko Pekanbaru telah melakukan skrining HIV sebagai bagian dari pemeriksaan medis untuk mendeteksi keberadaan virus HIV di dalam tubuh sejak dini. Pemeriksaan tersebut penting agar penanganan dan pengobatan dapat segera dilakukan sehingga perkembangan penyakit menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dapat dicegah.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan di Jondul untuk pemeriksaan HIV. Kami terus melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Pemko Pekanbaru juga menerapkan strategi jemput bola terhadap masyarakat yang berisiko tertular HIV. Melalui Dinkes, pemko terus memberikan edukasi kepada kelompok rentan guna mengantisipasi penyebaran virus.

“Selama ini, orang yang terkena HIV ada yang aktif mengambil obatnya di puskesmas, ada juga yang tidak. Ini kami beri edukasi,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinked Pekanbaru, Dedi Sambudi, menambahkan, pihaknya rutin melakukan skrining di sejumlah wilayah lokalisasi sebagai langkah pemutusan mata rantai penularan. Selain pemeriksaan, Dinkes juga melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang masuk kategori berisiko tinggi. 

Kasus HIV dinilai telah mencapai puncaknya hingga saat ini. Sehingga, pengawasan dan penanganan yang lebih intensif diperlukan.

HIV ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual, pemakaian jarum suntik, dan transfusi darah. Kamkn akan cek dan bina kembali masyarakat yang berisiko,” paparnya.

HIV