Pembangunan SLB Santa Lusia Pekanbaru Rampung, Bukti Kuatnya Dukungan dan Kepedulian Bersama
Uskup Keuskupan Padang Mgr Vitus Rubianto Solichin usai peresmian SLB Santa Lusia di Pekanbaru, Sabtu (10/1/2026). Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Rampungnya pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Santa Lusia dalam waktu relatif singkat merupakan bukti nyata besarnya dukungan dan kepedulian banyak pihak terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Meskipun perencanaan pembangunan sekolah tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang, proses pembangunan fisik justru dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu dua tahun.
“Pembangunan ini dapat rampung dalam waktu yang singkat. Ini menandakan bahwa begitu banyak orang yang mendukung dan terlibat dalam pekerjaan mulia ini. Hal ini mencerminkan kuatnya solidaritas dan keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan karya pelayanan," kata Uskup Keuskupan Padang Monsinyur (Mgr) Vitus Rubianto Solichin usai peresmian SLB Santa Lusia, Sabtu (10/1/2026).
Bagi para suster yang akan menjalankan pelayanan di SLB Santa Lusia agar bekerja dengan sepenuh hati, memiliki rasa kepemilikan, serta mencintai karya pelayanan tersebut. Sehingga, manfaat SLB dapat dirasakan oleh banyak pihak.
“Kepada para suster, bekerjalah dengan sepenuh hati dan rasa cinta. Supaya, semakin banyak orang yang terbantu, khususnya keluarga-keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus,” tutur Mgr Vitus.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah mendukung pembangunan SLB Santa Lusia, baik melalui bantuan materi maupun dukungan doa. Kebaikan para donatur tidak dapat dibalas secara manusiawi, melainkan akan dibalas oleh Tuhan dengan pahala yang berlipat.
“Kami tidak mampu membalas kebaikan para donatur. Tuhanlah yang akan membalasnya. Pahala membantu keluarga-keluarga yang hampir kehilangan harapan, terlebih bagi anak-anak berkebutuhan khusus, saya yakin sangat besar,” ucap
Mgr Vitus.
Setiap bentuk dukungan yang diberikan memiliki makna yang mendalam karena membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk merasakan kasih, diterima dengan martabat yang utuh sebagai manusia. Sehingga, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang.
“Kita tidak mengetahui berapa lama waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Namun saya yakin, setiap bantuan, baik dalam bentuk materi maupun doa, akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan,” pungkasnya.