Ponpes Dar Aswaja Kembangkan Cabang di Jalan Labersa Pekanbaru, Dapat Tanah Wakaf

12 April 2026
Pimpinan Pondok Pesantren Dar Aswaja Usman Syaufi. Foto: Surya/Riau1.

Pimpinan Pondok Pesantren Dar Aswaja Usman Syaufi. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Rencana pengembangan Pondok Pesantren (Ponpes) Dar Aswaja (Dar Ahlussunah Waljama'ah) mendapat kemudahan melalui dukungan berbagai pihak di Pekanbaru. Ponpes ini akan dibangun tanah hasil wakaf dari mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail, di Jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Dar Aswaja (Dar Ahlussunah Waljama'ah) Usman Syaufi, Sabtu (11/4/2026), mengungkapkan, gagasan mendirikan cabang pesantren di Pekanbaru muncul dari keinginan untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya para santri dan tenaga pendidik. Selama ini, para santri dan tenaga pendidik harus menempuh perjalanan jauh menuju ponpes utama di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir.

“Saat itu, saya menyampaikan keinginan kepada Pak Zaini untuk membuka pesantren di Pekanbaru. Beliau menawarkan lahan di Jalan Labersa untuk diwakafkan sebagai lokasi pembangunan pesantren,” katanya.

Di atas lahan tersebut telah berdiri sebuah masjid yang akan difungsikan sebagai pusat awal kegiatan pesantren. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi langkah awal yang strategis dalam pengembangan lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Pembangunan pesantren direncanakan mulai pada tahun ini. Pembangunan diawali dengan penyusunan perencanaan serta pengaktifan program-program pendidikan berbasis masjid.

“Masjid ini akan menjadi pusat pengembangan kegiatan pesantren, sembari menunggu pembangunan fisik secara bertahap,” jelas Usman.

Ke depan, Ponpes Dar Aswaja di Pekanbaru akan diarahkan sebagai pusat pengkajian dan pengembangan tradisi keulamaan Melayu di Nusantara. Hal ini dilatarbelakangi oleh sejarah panjang ulama Melayu yang pernah berkiprah hingga ke tingkat internasional.

"Pada masa lalu, banyak ulama asal Indonesia yang menimba ilmu di Mekkah dan Madinah. Bahkan di antaranya dipercaya menjadi imam di Masjidil Haram," ujar Usman.

Selain itu, program pengembangan juga akan difokuskan pada penguatan bahasa Arab serta peningkatan kemampuan membaca Alquran melalui tahsin tilawatul Quran. Diharapkan, Pemko Pekanbaru memberikan dukungan, baik dalam bentuk kerja sama, pembinaan, maupun arahan, guna mendukung keberhasilan pengembangan pesantren tersebut.

“Kami memohon dukungan, doa, serta restu agar dapat berkontribusi dalam membangun pendidikan keagamaan di Kota Pekanbaru,” tutupnya.