Permudah Akses, Jembatan Penghubung Rohul-Rohil akan Dibangun

21 Januari 2026
Kesepakatan pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Rohul dan Rohil

Kesepakatan pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Rohul dan Rohil

RIAU1.COM - Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton dan Bupati Rokan Hilir (Rohil) Bistamam menuntaskan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan jembatan penghubung di sela rapat kerja Nasional APKASI di Batam pekan ini.

Di balik prosesi administratif yang tampak sederhana itu, tersimpan ekspektasi besar masyarakat perbatasan yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses akibat sekat geografis dua wilayah kabupaten. 

Kesepakatan pembangunan jembatan di titik Cindur dan Rantau Benuang Sakti tidak sekadar merepresentasikan urusan lintas dokumen pemerintahan, melainkan mencerminkan keberpihakan kebijakan pada kebutuhan riil warga. 

Selama ini, petani sawit, pelaku usaha kecil, hingga pelajar harus menanggung biaya sosial dan ekonomi yang tinggi akibat keterbatasan konektivitas, sehingga pembangunan infrastruktur tersebut dipandang sebagai intervensi strategis untuk memangkas ketimpangan akses dan waktu tempuh. 

"Ini bukan hanya soal struktur beton dan baja. Ini adalah urat nadi baru. Kita ingin masyarakat tidak lagi kesulitan mengangkut hasil usaha mereka. Jika akses lancar, biaya angkut turun, maka kesejahteraan petani kita di Rohul dan Rohil otomatis akan naik," ujar Bupati Rohul, Anton dengan nada optimis. 

Kondisi infrastruktur yang terbatas di kawasan perbatasan Rohul dan Rohil selama ini kerap menjadi penghambat mobilitas barang dan manusia. Oleh karena itu, komitmen bersama kedua kepala daerah ini dipahami sebagai langkah awal meruntuhkan sekat wilayah yang selama ini berfungsi layaknya dinding pemisah, sekaligus membuka ruang interaksi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

Bupati Rokan Hulu, Anton menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan manifestasi nyata orientasi pembangunan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. 

Menurutnya, kelancaran akses transportasi akan berdampak langsung pada efisiensi biaya distribusi, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. 

Ia menekankan bahwa infrastruktur bukan semata konstruksi fisik, melainkan instrumen penggerak kehidupan sosial dan ekonomi. Sejalan dengan komitmen tersebut, proses perencanaan dan pengawalan teknis proyek ini melibatkan perangkat daerah terkait dari kedua kabupaten. 

Kepala Dinas PUPR Rokan Hulu dan Rokan Hilir tampak melakukan koordinasi intensif guna memastikan aspek teknis pembangunan berjalan terukur, tepat waktu, dan sesuai standar, sementara kehadiran unsur pertanian, kehumasan, serta protokoler menegaskan bahwa proyek ini dibangun melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. 

"Saya minta Dinas PUPR segera berkoordinasi intensif dengan tim dari Rohil. Masyarakat sudah menunggu lama, dan hari ini kita buktikan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan solusi nyata bagi kemajuan ekonomi di perbatasan," ucap Bupati Rohil, Bistamam.

Bagi masyarakat Cindur dan Rantau Benuang Sakti, jembatan ini diproyeksikan menjadi simbol transformasi wilayah perbatasan dari kawasan yang terisolasi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru. 

Lebih dari sekadar memperpendek jarak geografis, konektivitas yang terbangun diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial dan mempererat relasi antarwarga di kawasan Dua Rokan.*